Kenapa Saya memilih Reksadana dibandingkan Saham

Saya telah sedikit belajar mengenai macam-macam instrumen investasi. Tapi akhir-akhir ini saya membuat keputusan untuk beralih dari Saham ke Reksadana. Kenapa?

Disini saya tidak akan membahas tentang apa itu Reksadana dan Apa itu Saham. Saya hanya akan fokus menjelaskan kenapa saya memilih Reksadana dibandingkan Saham.

Diawal saya belajar investasi, saya mencoba investasi Emas, tapi setalah saya hitung-hitung cara bisa dapat keuntungan di investasi emas, membutuhkan waktu yang lama (investasi jangka panjang). Ditambah lagi ada selisih harga beli dan harga jual. Itu yang membuatku tidak melanjutkan investasi Emas. Menurut saya Emas sangat cocok untuk menjaga likuiditas aset yang kita miliki.

Setelah berpindah dari Emas, saya belajar Reksadana. Saya putuskan untuk mencoba Reksadana karena dulu belum bisa memanage uang yang akan saya investasikan. Tapi, setalah belajar tentang Reksadana lebih dalam, saya berfikir, akan lebih seru ketika saya memanage uang yang saya investasikan sendiri.

Akhirnya saya belajar Saham. Belajar Saham memang sangat seru, dulu saya bahkan sempet bergabung di komunitas Investor Saham Pemula di Surabaya (karena saya dulu bekerja di Surabaya). Saya sempatkan ke Gramedia, untuk beli beberapa buku tentang investasi Saham. Saya juga berhasil mengajak teman saya untuk belajar Saham (ini merupakan sebuah prestasi bagiku).

Setiap hari, saya sempatkan membaca berita tentang pasar Saham, biar tetap dapat info update mengenai harga saham dan bisa membaca Fundamental dari perusahaan-perusahaan yang ada di Pasar Saham.

Dan itu semua membuat saya tidak bisa fokus untuk mempelajari ilmu baru yang ada di bidang pekerjaan saya. Saya putuskan untuk berpindah lagi ke Reksadana.

Kenapa?

Alasanya adalah, di Reksadana :

  1. Saya tidak perlu memikirkan uang saya, karena di Reksadana sudah ada Manager Investasinya.
  2. Saya tidak perlu sering update berita mengenai Pasar Saham.
  3. Risiko lebih kecil.

Tapi, keuntungan dari Reksadana memang cenderung lebih kecil.

Di dunia investasi ada yang istilah

High Risk High Return

Dan itu tidak masalah, toh semakin lama kita investasi semakin berlipat pula keuntungannya.

Alasan tambahan saya memilih Reksadana dibandingkan Saham adalah, saya masih suka panik melihat warna merah, Hahahaha… 😂. Tapi ini tidak menutup kemungkinan saya akan Investasi juga di Saham.

Jangan lupa tentukan tujuan sebelum memulai Investasi.

Ini adalah perjalanan Investasiku, bagaimana perjalanan Investasi Kalian?

Default image
Ryan Rizky Diantoro
Saya seorang Linux System Administrator

Leave a Reply